AI Playground Create Smarter Think Smarter Stay Safer KKN 132 UIN SAIZU Bekali Siswa MTs YPAK Cigugur Hadapi Era AI dengan Bijak

10 Agustus 2026
Administrator
Dibaca 24 Kali
AI Playground Create Smarter Think Smarter Stay Safer KKN 132 UIN SAIZU Bekali Siswa MTs YPAK Cigugur Hadapi Era AI dengan Bijak

Parakanmanggu, Pangandaran | 6 Agustus 2026 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara belajar, berkomunikasi, hingga memperoleh informasi. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, penyalahgunaan data pribadi, penipuan digital, hingga ancaman kejahatan siber. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-58 Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 132 menyelenggarakan AI Playground: Create Smarter, Think Smarter, Stay Safer, sebuah workshop interaktif literasi digital bagi siswa MTs YPAK Cigugur, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Kamis (6/8).

Berbeda dari pembelajaran konvensional yang didominasi ceramah, kegiatan ini dikemas dalam konsep workshop interaktif yang mengajak siswa belajar melalui diskusi, demonstrasi, praktik langsung, permainan edukatif, hingga berbagai tantangan yang mendorong partisipasi aktif peserta. Sejak awal kegiatan, siswa diajak memahami bahwa AI bukan sekadar aplikasi yang mampu menjawab pertanyaan, melainkan sebuah teknologi yang harus digunakan secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Materi diawali dengan sesi Think Smart, di mana peserta diperkenalkan pada konsep dasar Artificial Intelligence, cara AI bekerja, serta berbagai contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui demonstrasi langsung menggunakan AI, siswa diajak memahami bahwa meskipun AI mampu menghasilkan jawaban dengan cepat, teknologi tersebut tetap memiliki keterbatasan sehingga setiap informasi perlu diverifikasi kembali. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya berpikir kritis agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang dihasilkan oleh AI maupun yang beredar di internet.

Memasuki sesi Create Smart, suasana kelas semakin hidup ketika siswa diberikan kesempatan untuk mencoba memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar dan berkarya. Mahasiswa KKN mengenalkan teknik menyusun prompt yang efektif agar AI mampu menghasilkan jawaban sesuai kebutuhan pengguna. Melalui berbagai tantangan kelompok, peserta diminta membuat slogan, menyusun ide kreatif, hingga memecahkan studi kasus dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menunjukkan bahwa AI seharusnya menjadi asisten yang membantu proses berpikir, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.

Sebagai penutup, sesi Stay Safer menjadi bagian yang paling menarik sekaligus paling reflektif. Pada sesi ini, siswa diajak memahami berbagai risiko yang dapat muncul akibat perkembangan teknologi digital, mulai dari kejahatan siber (cyber security), phishing, pencurian akun, penipuan daring (online scam), hingga penyalahgunaan data pribadi. Melalui studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta belajar mengenali ciri-ciri tautan palsu, pentingnya menjaga kerahasiaan kata sandi dan kode OTP, serta langkah-langkah sederhana untuk melindungi akun digital mereka.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengangkat isu etika digital, privasi, dan jejak digital sebagai bekal penting bagi generasi muda. Siswa diajak berdiskusi mengenai dampak dari setiap unggahan, komentar, maupun aktivitas yang dilakukan di internet. Mereka memahami bahwa dunia digital menyimpan jejak yang dapat bertahan dalam waktu lama dan berpengaruh terhadap reputasi seseorang di masa depan. Melalui diskusi yang interaktif, peserta diajak menyadari bahwa menggunakan AI dan media sosial bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab, kejujuran, dan menghormati hak serta privasi orang lain.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang workshop berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, berdiskusi dalam kelompok, hingga berani menyampaikan pendapat mengenai berbagai isu digital yang mereka temui sehari-hari. Interaksi dua arah yang terbangun menjadikan suasana belajar terasa lebih hidup, komunikatif, dan jauh dari kesan pembelajaran yang monoton.

Ketua KKN-58 UIN SAIZU Purwokerto Kelompok 132 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital generasi muda agar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, di era kecerdasan buatan saat ini, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, keamanan digital, serta etika dalam bermedia menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh setiap pelajar.

Melalui AI Playground: Create Smarter, Think Smarter, Stay Safer, mahasiswa KKN berharap siswa MTs YPAK Cigugur mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi, berkarya secara kreatif dengan bantuan AI, menjaga keamanan data pribadi, menghormati etika digital, serta meninggalkan jejak digital yang positif sebagai bekal menghadapi masa depan.

"Di era Artificial Intelligence, kemampuan paling berharga bukan sekadar bisa menggunakan teknologi, tetapi mampu berpikir kritis, bertindak bijak, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan digital."

Parakanmanggu, Pangandaran | 6 Agustus 2026 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara belajar, berkomunikasi, hingga memperoleh informasi. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, penyalahgunaan data pribadi, penipuan digital, hingga ancaman kejahatan siber. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-58 Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 132 menyelenggarakan AI Playground: Create Smarter, Think Smarter, Stay Safer, sebuah workshop interaktif literasi digital bagi siswa MTs YPAK Cigugur, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada Kamis (6/8).

Berbeda dari pembelajaran konvensional yang didominasi ceramah, kegiatan ini dikemas dalam konsep workshop interaktif yang mengajak siswa belajar melalui diskusi, demonstrasi, praktik langsung, permainan edukatif, hingga berbagai tantangan yang mendorong partisipasi aktif peserta. Sejak awal kegiatan, siswa diajak memahami bahwa AI bukan sekadar aplikasi yang mampu menjawab pertanyaan, melainkan sebuah teknologi yang harus digunakan secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Materi diawali dengan sesi Think Smart, di mana peserta diperkenalkan pada konsep dasar Artificial Intelligence, cara AI bekerja, serta berbagai contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui demonstrasi langsung menggunakan AI, siswa diajak memahami bahwa meskipun AI mampu menghasilkan jawaban dengan cepat, teknologi tersebut tetap memiliki keterbatasan sehingga setiap informasi perlu diverifikasi kembali. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya berpikir kritis agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang dihasilkan oleh AI maupun yang beredar di internet.

Memasuki sesi Create Smart, suasana kelas semakin hidup ketika siswa diberikan kesempatan untuk mencoba memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar dan berkarya. Mahasiswa KKN mengenalkan teknik menyusun prompt yang efektif agar AI mampu menghasilkan jawaban sesuai kebutuhan pengguna. Melalui berbagai tantangan kelompok, peserta diminta membuat slogan, menyusun ide kreatif, hingga memecahkan studi kasus dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menunjukkan bahwa AI seharusnya menjadi asisten yang membantu proses berpikir, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.

Sebagai penutup, sesi Stay Safer menjadi bagian yang paling menarik sekaligus paling reflektif. Pada sesi ini, siswa diajak memahami berbagai risiko yang dapat muncul akibat perkembangan teknologi digital, mulai dari kejahatan siber (cyber security), phishing, pencurian akun, penipuan daring (online scam), hingga penyalahgunaan data pribadi. Melalui studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta belajar mengenali ciri-ciri tautan palsu, pentingnya menjaga kerahasiaan kata sandi dan kode OTP, serta langkah-langkah sederhana untuk melindungi akun digital mereka.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengangkat isu etika digital, privasi, dan jejak digital sebagai bekal penting bagi generasi muda. Siswa diajak berdiskusi mengenai dampak dari setiap unggahan, komentar, maupun aktivitas yang dilakukan di internet. Mereka memahami bahwa dunia digital menyimpan jejak yang dapat bertahan dalam waktu lama dan berpengaruh terhadap reputasi seseorang di masa depan. Melalui diskusi yang interaktif, peserta diajak menyadari bahwa menggunakan AI dan media sosial bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab, kejujuran, dan menghormati hak serta privasi orang lain.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang workshop berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, berdiskusi dalam kelompok, hingga berani menyampaikan pendapat mengenai berbagai isu digital yang mereka temui sehari-hari. Interaksi dua arah yang terbangun menjadikan suasana belajar terasa lebih hidup, komunikatif, dan jauh dari kesan pembelajaran yang monoton.

Ketua KKN-58 UIN SAIZU Purwokerto Kelompok 132 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital generasi muda agar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, di era kecerdasan buatan saat ini, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, keamanan digital, serta etika dalam bermedia menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh setiap pelajar.

Melalui AI Playground: Create Smarter, Think Smarter, Stay Safer, mahasiswa KKN berharap siswa MTs YPAK Cigugur mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi, berkarya secara kreatif dengan bantuan AI, menjaga keamanan data pribadi, menghormati etika digital, serta meninggalkan jejak digital yang positif sebagai bekal menghadapi masa depan.

"Di era Artificial Intelligence, kemampuan paling berharga bukan sekadar bisa menggunakan teknologi, tetapi mampu berpikir kritis, bertindak bijak, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan digital."